fbpx

Rasulullah SAW telah mengajarkan kiat agar doa kita segera dikabulkan oleh Allah SWT. Namun sungguh disayangkan, banyak sebagian umat muslim yang masih belum paham mengenai hal ini. Sebagian besar dari mereka hanya memahami bahwasanya dikabulkannya sebuah doa itu tergantung pada anugerah Allah SWT

Mereka menjalani kehidupan selayaknya orang lain kebanyakan. Tanpa mereka sadari bahwa berusaha dan berdoa tidak menjamin dikabulkannya doa seseorang. Mereka tak tahu jika ada hal lain yang berpengaruh besar atas dikabulkannya sebuah doa.

Imam Nawawi menjelaskan, perihal halal ataupun haram merupakan hal yang paling menjadi perhatian bila doa seseorang ingin dikabulkan. Tak hanya soal menjahui makanan yang diharamkan, namun juga soal pakaian, kendaraan dan hal lainnya yang bersumber dari uang haram. Semua hal tersebut perlu diperhatikan agar doa dapat dikabulkan.

Baca juga: Ketika Merasa Ragu dan Bimbang, Ini yang Dianjurkan Rasulullah

Nabi Muhammad SAW bersabda terkait hal ini:

إنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إلَّا طَيِّبًا، وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا، وَقَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ! يَا رَبِّ! وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ؟

Artinya:

“Sesungguhnya Allah itu suci, tidak menerima kecuali hal yang suci. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang mukmin dengan apa yang diperintahkan para rasul. Allah ta’ala berfirman: ‘Wahai para rasul, makanlah makanan yang baik. Dan beramallah amal yang salih.’ Dan Allah ta’ala berfirman: ‘Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari makanan-makanan baik yang aku berikan pada kalian. Lalu Nabi Muhammad menuturkan lelaki yang melakukan perjalanan panjang, rambut awut-awutan, berdebu, ia lalu mengangkat tangannya ke langit: ‘Wahai Tuhanku! Wahai Tuhanku!’ Sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan dengan haram, bagaimana bisa doanya dikabulkan?” (HR: Muslim)

Dalam hadits diatas, Nabi Muhammad SAW menceritakan seorang lelaki yang sedang dalam perjalanan dan mengalami keadaan yang awut-awutan. Imam an-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan kemungkinan bahwa lelaki itu sedang dalam perjalanan yang sebenarnya dengan tujuan menjalankan ketaatan. Entah itu perjalanan haji, ziyarah atau silaturahim. Sehingga bisa dikatakan bahwa sebenarnya lelaki itu layaknya dikabulkan doanya. Apalagi, dilihat dari keadaannya, lelaki tersebut mengalami kesulitan yang amat sangat dalam perjalanan.

Tapi, kemungkinan akan dikabulkannya doa orang yang seperti digambarkan oleh Nabi Muhammad, ditepiskan oleh beliau bilamana memang makanan, minuman dan pakaiannya saja berasal dari hal haram. Entah itu secara materi memang hal-hal yang diharamkan, atau sebenarnya halal tapi karena dibeli dengan uang haram sehingga menjadi haram.

Baca juga: Mau Bayar Zakat? Ini 7 Lembaga Amil Zakat Terpercaya di Indonesia

Imam Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim berkomentar mengenai hadis di atas:

 وَفِيهِ : الْحَثّ عَلَى الْإِنْفَاق مِنْ الْحَلَال ، وَالنَّهْي عَنْ الْإِنْفَاق مِنْ غَيْره . وَفِيهِ : أَنَّ الْمَشْرُوب وَالْمَأْكُول وَالْمَلْبُوس وَنَحْو ذَلِكَ يَنْبَغِي أَنْ يَكُون حَلَالًا خَالِصًا لَا شُبْهَة فِيهِ ، وَأَنَّ مَنْ أَرَادَ الدُّعَاء كَانَ أَوْلَى بِالِاعْتِنَاءِ بِذَلِكَ مِنْ غَيْره

Hadits diatas terdapat dorongan untuk berinfak dari harta halal, dan larangan berinfak dari selainnya harta halal. Selain itu hadits tersebut juga menganjurkan untuk sebaiknya minuman, makanan, pakaian dan sejenisnya merupakan hal yang  murni halal serta tak ada syubhat di dalamnya. Maka dari itulah sebaiknya orang yang akan berdoa memperhatikan hal-hal tersebut daripada lainnya.

Meskipun dilihat secara umum perihal makanan, minuman, bahkan pakaian tidak berhubungan denga isi doa atau bunyi doa yang diucapkan, namun sejatinya hal tersebut berpengaruh pada terkabul atau tidaknya sebuah doa.

Dari penjelasan diatas, sebaiknya menyeleksi terlebih dahulu semampu kita untuk meneliti asal usul makakan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Tak hanya itu perihal pakaian yang kita kenakan juga harus tau asal usulnya, jika ada keraguan dalam memakainya untuk sebaiknya kita hindari.

Perlu digaris bawahi, makanan, minuman, serta pakaian tidaklah menentukan kepastian dikabulkannya sebuah doa. Rasulullah SAW sendiri mengajarkan ada waktu-waktu dan juga keadaan-keadaan tertentu yang dapat mempengaruhi terkabulkannya sebuah doa. Sehingga Allah SWT bisa saja mengabulkan doa orang yang makan, minum serta pakainnya bersumber dari hal haram dan tidak jelas kehalalannya.

Share This