Sebuah pelajaran berharga dapat kita ambil dalam sebuah cerita. Dari cerita yang kita baca akan ada banyak kisah hidup dan pengalaman dari sang tokoh yang nantinya bisa kita jadikan pelajaran di kehidupan sehari-hari. Seperti halnya belajar dari kisah kehidupan para sahabat nabi, salah satunya Saib bin Yazid.

Saib bin Yazid termasuk sahabat Nabi yang panjang umurnya dan sehat sampai tua. Tulang punggungnya masih kuat dan tidak bungkuk, meskipun umurnya sudah 90 tahun.

dari segi penglihatannya masih terang dan pendengarannya masih jelas. Dia seperti itu karena dulu pernah didoakan Rasulullah saat sakit. Dalam hadis riwayat al-Bukhari dikisahkan:

عن جعيد بن عبد الرحمن أنه قال : رأيت السائب بن يزيد ابن أربع وتسعين، جلدا معتدلا، فقال: قد علمت ما متعت به سمعي وبصره إلا بدعاء رسول الله صلى الله عليه وسلم إن خالتي ذهبت بي إليه فقال: يا رسول الله إن ابن أختي شاك فادع الله، قال: فدعالي

“Ju’aid bin Abdurrahman berkata, ‘Saya melihat Saib bin Yazid, umurnya 94 tahun, tubuhnya masih kuat. Saib berkata, ‘Pendengaran dan penglihatan saya masih jelas karena berkah doa Rasulullah SAW. Saya bersama bibi pernah mendatangi Rasulullah, dan bibi saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, anak saudaraku sakit dan mohon doa kepada Allah’. Kemudian Rasulullah mendoakanku.” (HR: Bukhari)

Baca juga: Pandangan Islam Perihal Menimbun Barang, Termasuk Masker Saat Wabah Corona

Dalam riwayat yang lain dijelaskan, Rasulullah mengusap kepala Saib bin Yazid dan mendoakannya. Setelah itu, beliau berwudhu, dan Saib bin Yazid meminumnya. Sejak itu dia semakin sehat, dan tubuhnya kuat sampai tua. Dia termasuk sahabat Nabi yang paling akhir meninggal di Madinah.

Kisah Saib bin Yazid adalah salah satu dari sekian banyak kisah yang menunjukkan keberkahan Rasulullah. Berdasarkan hadis ini, sebagian ulama mengatakan, tabarruk dengan sisa wudhu Rasulullah, rambut, dan lain-lain adalah dibolehkan. Ada banyak sahabat yang melakukan ini, karena bagian dari keistimewaan Nabi Muhammad SAW.

Semoga dengan mempelajari kisah hidup dari Saib bin Yazid kita mendapatkan pelajaran baru yang bisa kita terapkan di keseharian kita. Wallahu a’lam bii showab

Oleh: Hengki Ferdiansyah, Lc. MA

Baca juga: Pahami Maknanya dengan Bijak Tentang Arti Kata Kafir dalam Islam
Share This