fbpx

Kewajiban umat muslim adalah beribadah sepanjang masa. Mengabdi kepada Allah Subhahanu wa ta’ala dalam keadaan apapun, tak terkecuali dalam keadaan sakit ataupun haid. Sejatinya banyak amalan yang bisa dilakukan wanita haid agar tetap dapat beribadah kepada Allah.

Ustadz Ammi Nur Baits, dalam laman konsultasisyariah menyampaikan bahwa kewajiban beribadah memang berlaku selama hayat masih dikandung badan. Sebagaimana Allah menegaskan dalam firman-Nya,

“Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu Al-Yaqin.” (QS. Al-Hijr: 99)

“Para ulama tafsir sepakat bahwa makna Al-Yaqin pada ayat di atas adalah kematian. Tak terkecuali wanita haid. Islam tidaklah melarang mereka untuk melakukan semua ibadah. Sekalipun kondisi datang bulan, membatasi ruang gerak mereka untuk melakukan amalan ibadah,” pungkasnya.

Baca juga: Ini Ancaman Bagi yang Enggan Keluarkan Zakat

Ia menyebut amalan ibadah yang bisa dilakukan wanita haid di antaranya,

  1. Membaca Al-Quran tanpa menyentuh lembaran mushaf. InsyaaAllah, ini pendapat yang lebih kuat.
  2. Boleh menyentuh ponsel atau tablet yang ada konten Al-Qurannya. Karena benda semacam ini tidak dihukumi Al-Quran. Sehingga, bagi wanita haid yang ingin tetap menjaga rutinitas membaca Al-Quran, sementara dia tidak memiliki hafalan, bisa menggunakan bantuan alat, komputer, atau tablet atau semacamnya.
  3. Berdzikir dan berdoa. Baik yang terkait waktu tertentu, misalnya doa setelah adzan, doa seusai makan, doa memakai baju atau doa hendak masuk WC, dan lain-lain.
  4. Membaca dzikir mutlak sebanyak mungkin, seperti memperbanyak tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), dan zikir lainnya. Ulama sepakat wanita haid atau orang junub boleh membaca dzikir. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 25881)
  5. Belajar ilmu agama, seperti membaca membaca buku-buku islam. Sekalipun di sana ada kutipan ayat Al-Quran, namun para ulama sepakat itu tidak dihukumi sebagaimana Al-Quran, sehingga boleh disentuh.
  6. Mendengarkan ceramah, bacaan Al-Quran atau semacamnya.
  7. Bersedekah, infak, atau amal sosial keagamaan lainnya.
  8. Menyampaikan kajian, sekalipun harus mengutip ayat Al-Quran. Karena dalam kondisi ini, dia sedang berdalil dan bukan membaca Al-Qur’an.

Sebagai hamba Allah, kita wajib berlomba-lomba dalam kebaikan, menabung amalan sebanyak-banyaknya untuk bekal akhirat. Ketika sedang haid, sesungguhnya masih banyak amal ibadah lainnya yang bisa menjadi sumber pahala. Oleh karenanya, tidak ada alasan untuk tidak bersemangat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah dengan kondisi haid yang dia alami. Wallahu a’lam.

Baca juga: Sebuah Jalan Diplomasi Rasulullah Kala Haji
Share This