Meminta Maaf itu Mudah dan Indah

Dalam praktiknya, meminta maaf tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi jika kita merasa tidak bersalah. Namun Islam justru meminta pengikutnya untuk meminta maaf terlebih dulu, terlepas dari kita yang bersalah atau tidak.

Terkait dengan mudah tidaknya seseorang meminta maaf, Nadia Attuwy, M.Psi, seorang life coach dari Hijrah Coach mengatakan bahwa hal itu terkait dengan self acceptance, yaitu kemampuan seseorang untuk menerima dirinya sendiri. Orang yang bisa menerima dirinya, ia akan gampang beradaptasi dengan perubahan. “Termasuk ia akan mudah beradaptasi dengan dunia luar.”

Orang yang self acceptencenya rendah akan berdampak pada sulitnya ia meminta maaf. Karena self acceptance adalah kemampuan seseorang untuk menerima keadaan diri dan lingkungannya. Sehingga dengan itu, ia mudah beradaptasi, mudah memaklumi lingkungan, mudah introspeksi diri.

Self acceptance, lanjutnya, terbentuk dari pola asuh seseorang. “Keluarga yang terbuka akan melahirkan seseorang yang self acceptencenya tinggi,” ujar wanita yang juga psikolog ini.

Lalu bagaimana dengan seseorang yang terlanjur punya self acceptance yang rendah? Nadya mengatakan bahwa seseorang yang punya self acceptance rendah harus berani membuka diri terlebih dahulu, mengosongkan gelas, siap menerima masukan dari luar, untuk bisa mengubah dirinya.

“Jika itu tidak dilakukan, mustahil, seseorang itu akan berubah, dan mudah untuk meminta maaf,” kata ibu dari 2 anak ini.

Selain itu, ada hal lain yang membuat seseorang meningkatkan self acceptencenya sehingga ia akan dengan mudah meminta maaf, yaitu agama. “Agama terbukti mampu mengubah seseorang, karena agama membuat seseorang meyakini ada kekuatan besar yang bisa menjadikan dirinya lebih baik,” kata Nadia.

Baca juga: Tiga Tugas Manusia di Muka Bumi

Meminta Maaf dan Memafkan, Diajarkan Allah dan Rasulnya

Sebuah hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengajarkan umatnya untuk saling memaafkan kepada sesama. Sementara Allah subhanahu wa ta’ala dalam firmanNya, “Perkataan yang baik dan pemberian maaf  lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah : 263).

Baik orang yang mau meminta maaf ataupun yang memberi maaf mereka adalah gambaran dari orang-orang yang bertaqwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala jika perbuatan tersebut semata-mata untuk mencari Ridho Allah.

Adapun beberapa keutamaan untuk orang yang meminta maaf dan memberi maaf yaitu sudah disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam firmannya, “Dan jika kalian memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Qs. At Taghobun: 14).

Baca juga: Empat Kriteria Pemuda Ideal dalam Islam
Keutamaan Meminta Maaf dan Memberi Maaf

Terlepas dari kita yang salah ataupun tidak seseorang, meminta maaf terlebih dahulu menunjukkan sikap yang mulia. Sikap seperti itu, akan banyak mendatangkan faedah dan keutamaan. Namun, sebaiknya kita memahami beberapa keutamaan meminta maaf terlebih dahulu, sebagaimana dimuat dari laman moeslema.com

Pertama, meminta maaf akan membuat perasaan jauh lebih tenang. Ustad kenamaan dari Garut, Yayat Ruhiat, mengatakan bahwa meminta maaf terlebih dahulu, meskipun kita tidak bersalah, merupakan sikap yang mulia dan akan membuat hati tenang dan damai. Dengan meminta maaf, sudah tidak ada lagi kekesalan atau kemarahan kepada orang yang telah berbuat salah.

Kedua, meminimalisir konflik. Selain itu jelas Yayat, manfaat meminta maaf lebih dulu pun akan berdampak terhadap meredanya konflik. Sehingga hubungan silaturahmi akan lebih terjaga.

“Maka dari itu sikap tersebut (pemaaf) dalam Islam menjadi utama demi menghindari konflik dan lebih memanjangkan silaturahmi antar umat Islam,” tuturnya.

Ketiga, melatih kesabaran. Meminta maaf terlebih dahulu pasti akan melatih kita untuk lebih bersabar. Apalagi jika respon orang yang diminta maaf dengan mencaci maki.

“Itu bukan saja sebagai ujian tetapi juga melatih kesabaran Anda,” katanya.

Kemudian dijelaskan juga dalam Al Qur’an Surat Al-A’raf ayat 199 yaitu,

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang yang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah shodaqoh itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan sifat memaafkan kecuali kemuliaan, serta tidaklah seorang hamba merendahkan diri karena Allah melainkan Allah meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim). (ipw)

Share your love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Konsultasi via Whatsapp